this is me

Unik

STUDIONE SINTEN: “Sebuah wisata mesin waktu romantisme Jogja tempo dulu”

“Jadul banget fotonya” demikian komentar konsumen setelah melihat hasil fotonya di kamera saya.

Studione SINTEN, adalah studio foto nuansa tradisionil Jogja tempo dulu yang baru dibuka lebaran tahun 2013 silam. Studio berkonsep Jogja tempo dulu ini berisikan barang2 antik aseli dari jaman dulu seperti gebyok / pintu dari abad 18, meja kursi lawasan, radio Biampli phillips, sepeda onthel gazele, mesin ketik, jam dinding mauthe, junghans, lemari naga, lampu kerek dan juga mainan2 bocah tempo dulu seperti: kuda lumping antik, suling, boneka lawas dan berbagai mainan tradisional lainnya.

Studio berukuran sekitar 4 x 5 m ini memanfaatkan semua sisinya sebagai latar belakang / background foto. Memang agak berbeda dari kebanyakan studio foto yang menggunakan kain sebagai backgroundnya karena di studione Sinten kami ingin menghadirkan suasana seperti keadaan aselinya pada jaman dahulu. Tidak hanya background tapi juga tata letak dan ornamen2 kecilpun disesuaikan dengan keadaan aselinya. Termasuk baju-baju ala Jogja tempo dulu seperti batik lawasan kami sediakan, tinggal pake untuk foto dan gratis. Tidak ketinggalan teknik foto dan olahan warna juga kami sesuaikan dengan konsep jadul  alias tempo dulu. Sampai-sampai beberapa konsumen berkata: “Ini seperti mesin waktu, karena dapat mengembalikan suasana dan kenangan Jogja tempo dulu”.

Jogja memang identik dengan tempo dulu, kota yang bersahaja – syahdu dengan segala budaya dan kearifan lokalnya. Kini Jogja telah berubah. Jogja yang dulu dikenal dengan arstitektur jawa-belandanya kini diserbu oleh ratusan hotel dan ruko dengan gaya arstitek yang NNB: ‘Nggak Njogjani Banget!”, belum lagi serbuan iklan / reklame dimana-mana yang menimbulkan sampah visual yang merusak pemandangan kota ini. Inilah salah satunya alasan kenapa studione Sinten dibangun, kami ingin mempertahankan ciri khas kota ini dalam skala kecil dari sudut pandang kami: tukang foto. Kami ingin para pengunjung merasakan bagaimana rasanya duduk2 ala Jogja tempo dulu sambil di foto, ya seperti foto dirumah sendiri, begitulah konsep fotonya. Karena inilah banyak wisatawan yang menjadwalkan liburan ke Jogja dengan berkunjung ke studione Sinten, sehingga menjadikannya sebagai tujuan wisata yang baru di Jogja.

Tampak depan studione sinten seperti gambar dibawah ini, terlihat dari perempatan Tugu Jogja 🙂

Aasinten front

Lokasinya persis sebelah barat tugu Jogja:

SONY DSC

Berikut ini beberapa contoh foto tradisionil ala Jogja tempo dulu:

This slideshow requires JavaScript.

 

Ingin mencoba tamasya mesin waktu ala studione sinten? monggo mampir ke

Studione Sinten

studio foto jang bernoeansa tradisionil Djogja tempo doeloe

Jl. Diponegoro 1B Yogyakarta 55232

Info: Tel 0274 54 4567  –  SMS | WA 08999 250 430  –  pin BB 2977 406A

galeri foto ada di facebook: studionesinten

Buka setiap hari mulai jam 11.00 – 22.00

 

Salam jadul… ^_^


Kartu Tanda Penduduk – KTP ku

E-KTP begitu hebooh beberapa waktu lalu , sampe di tipi2 orang berbondong2 pulang kampung hanya untuk membuat E-KTP yang katanya wajib! Saya adalah orang yang juaraaang banget mengeluarkan KTP dari dompet, yaa kalo gak ada keperluan gak bakaln keluar tuh KTP dari dompet. Jeleknya saya jadi selalu lupa kalo udah expired. Jujur aja saya termasuk orang yang gak suka dengan banyaknya kartu di dompet apalagi yang pake masa berlaku. Bayangin aja satu orang bisa punya beberapa no identitas nasional: KTP, SIM, kartu jamsostek, NPWP, paspor, Visa, PLN prabayar dll. Pertanyaan saya dari dulu: Kok nggak di jadiin satu aja si? ringkas gak ribet..

Nah kali ini saya sampe telat hampir setahun KTP habis mas berlakunya 🙂 buru2 ke pak RT mau minta E-KTP eelah dalah ternyata kampungku gak kebagian E-KTP hanya kodya Yogyakarta aja. Lha terus buat apa pemerintah gembar gembor E-KTP kalo gak merata penyebarannya? jawabannya: rahasia! hehehe….

Ya udah saya kebagian KTP lama lagi, dan pak RT menjelaskan bahwa sekarang udah gak pake pas foto tapi langsung foto di tempat kayak E-KTP dan langsung di print kayak SIM sayangnya kamera untuk KTP lama tuh jelek gak kayak yang dipake untuk E-KTP. Lha saya nanya emang dipisah pak? Iya ternyata kamera untuk E-KTP dan yang lama dipisah. Sesampainya di kecamatan saya amati ternyata untuk E-KTP ada ruangan khusus dengan kamera DSLR merk Canon 1000D plus lensa kit dengan tambahan lampu taman (lampu yang gagangnya merah yg biasa dipake ditaman ato didekorasi) sebagai tambahan cahaya. Setelah nama saya dipanggil untuk foto dan…. astaga naga kameranya…??!

ya ampuun… pake kamera webcam! dilihat dari jaraknya aja udah jelas gambarnya pasti burem stadium 4! lha wong webcam untuk jarak penggunaan 30 cm aja burem apalagi 2 meter! Itu lho lampu tamannya yang gagangnya merah dan lihat tripodnya kayaknya lebih mahal dari pada kameranya 😀

Eiitzz tunggu dulu.. hasilnya gak bureng kok malahan nyeni abiiiz! gak percaya? ni lihat…

.

dan ini dia wajahku:

ck ck ck… foto KTPku vector line art! jangan2 programnya KTP ada untuk mengolah foto menjadi line art ato hafltone line ya? gak mirip babarblas. Mungkin ada yang protes ya iya wong fotonya dibesarin pasti keliatannya garis2, maaf saudaraku gede segini aja gak jelas apalagi sekecil itu di KTP tambah gak keliatan 😀

Disini saya hanya pengen mengutarakan “Perlukah pendidikan desain grafis dan digital imaging untuk para perangkat desa?” Buktinya desain kartu identitas Indonesia itu gak bagus banget, ok barangkali jelek gpp tapi juga sulit dibaca alias tidak jelas. Itulah perlunya sentuhan desain grafis agar kartu kita enak lihat, mudah dibaca, modern, fotonya mirip dengan aselinya, tahan lama dll. Indonesia banyak banget kok tenaga desain grafis dan digital imaging yang siap membantu pemerintah dalam penataan ulang kartu identas. Coba aja dibuat sayembara untuk kartu identas yang baru dijamin ratusan ribu desain akan dikirim. Nah tinggal pemerintahannya mau ngga jika kartu identasnya dibuat bagus dan modern? Asal jangan jadi lahan korupsi baru yaa

Duh gak kebayang kalo ID card Indonesia digarap oleh desainer grafis dengan sentuhan fotografi yang bagus plus semuanya jadi satu kartu, hmmmm nyamannya. KTP + SIM A + SIM C (dan semua SIM lainnya) + NPWP + Jaminan Sosial jadi satu. Setiap WNI punya semacam kredit. Mau aplikasi tinggal barcde atau scan aja, kalo ketilang lalu lintas tinggal di scan aja langsung motong saldo kredit di akun kita, bahkan bisa kerjasama dengan pihak bank pemerintah jadi bisa jadi ATM. Jadi kalo kreditnya habis karena pelanggaran kita barulah diisi ulang. Udah gak pake tanda tangan pejabat karena otorisasi sudah langsung online dari pusat. Pokoke futuristik lah. Tapi sayang terbuka peluang korupsi yang sangat banyak dan bakalan banyak penyelewengan pemanfaatan data-data online. Lha wong data pribadi di bank dan operator seluler aja bocor?

Coba kalo KTP-SIM-NPWP-kartu jaminan sosial kita gini kan ringkas dan jelas, ya ngga? 😀

Saya ga bilang ide saya ini paling keren tapi paling tidak itu hanyalah harapan saya sebagai warga desainer grafis & fotografer untuk usulan ID card Indonesia kedepan walau rasanya masih jauuuh sekali.


worldwidemoment 11-11-11 at 11:11(NY) or 23:11(WIB)

worldwidemoment ada lagi… worldwidemoment adalah momen dimana kita mengabadikan foto apa saja pada waktu yang sama diseluruh dunia pada waktu yang sama, misal tahun lalu waktunya adalah tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 pukul 10:10 GMT, jika saya di Yogyakarta maka waktunya dikonversikan menjadi pukul 17:10 WIB dan ini hanya terjadi sekali dalam seumur hidup!

setelah mengikuti worldwidemoment tahun lalu 10-10-10 @10:10 GMT / 17:10 WIB dan thanks God foto saya terpilih bersama 50 fotografer dunia untuk dipublikasikan di snapixel untuk majalah edisi spesial worldwidemoment 2010

Nah tahun ini, saya pikir kegiatan ini tidak ada karena beberapa kali saya berkunjung ke websitenya tapi tidak ada update pengumuman apa2. Kemudian tiba2 tanggal 9 November 2011 saya diemail oleh director WWM2011 memberitahukan bahwa kegiatan WWM2011 diadakakan tapi dengan pusat waktu yang berbeda. Kalo dulu pusat waktunya adalah greenwich dan sekarang mungkin karena panitianya ada di New York maka pusat waktu kegiatan ini di tentukan di New York 11-11-11 at 11:11 EST (New York time) jika dikonversikan ke Yogyakarta menjadi jam 23:10 WIB.

Saya memutar otak dalam waktu yang sempit ini bagaimana mengabadikan wwm yang hanya sekali terjadi seumur hidup ini. Tahun lalu saya ingin menceritakan pada dunia apa yang terjadi di daerah Tugu Jogja pada pukul 10:10 GMT / 17:10 WIB. Nah tahun ini Jogja kebagian konversi jamnya menjadi 23:10 WIB widiih hampir midnight tuh, moto apa coba? Saya muter2 Jogja cari inspirasi, bahkan sampe jam 12 malam masih muterin Jogja siapa tau dapet wangsit sambil test foto sana sini. Sampe sehari sebelum waktunya tiba, saya iseng jalan ke malioboro trus pulangnya saya melawan arus lewat jalan mangkubumi (jangan ditiru ya hihihi..) nah pas lewat jl mangkubumi ini tiba2 saya dapat inspirasi, dan ini dia inspirasinya:

yup sebuah jam antik yang saya kira udah gak jalan lagi ternyata masih jalan! maklum dulu pertama kali ke Jogja tahun 1988 jam ini sudah terlihat tua didepan sebuah toko buku tua di jalan mangkubumi Jogja. Nah ini dia ide untuk WWM2011: saya ingin membuktikan bahwa saya benar2 memotret pada jam itu (tidak hanya terlihat di data exif) dan benar2 ada di Jogja, dan inilah hasilnya:

Sudut pengambilan dirancang dari arah selatan dan low angle dimaksudkan supaya terlihat jelas tulisan jogja dan bayangan jarum besar tepat di angka 11. Sebenarnya sudut ini dimabil supaya bulan purnama terlihat disisi kanan atas tapi ternyata lensannya kurang wide jadinya gak keliatan deh bulannya 🙂 Difoto pake kamera Sony A200 | Yashica ML 50/1.4 | f1.4 | 1/30s | iso100 | 3500K + tripod + kacang goreng buat snack sambil nungguin jamnya 🙂

dan ini hasil screen capture dari websitenya worldwidemoment:

hehehe lumayanlah udah ikut partisipasi 2 kali dalam WWM yang sudah 3 kali diadakan sejak 2009, barusan juga diemail oleh 11-11-11-project katanya fotoku masuk dalam buku mereka yang versi cetak 🙂 11-11-11project ini lebih komplit karena mengabadikan foto, audio dan video yang terjadi pada 11-11-11 @11:11 EST

Jangan lupa ikut yang tahun depan ya, karena tahun depan adalah yang terakhir yang baru bisa diulang 1000 tahun lagi 😀

selamat berkarya


Wajah yang tidak seimbang

Menurut beberapa teori, menyatakan bahwa tubuh manusia itu tidak sama persis kanan dan kiri. Pasti ada yang lebih besar, lebih menonjol, lebih kecil, lebih kurus baik itu kanan ataupun kiri, alias tidak simetris. Konon tidak ada yang sama persis kecuali dioperasi plastik. Saya masih belum tahu kenapa Sang Pencipta membuatkan tidak balance seperti ini 😀 biarlah itu tetap menjadi rahasiaNya saja.

Dulu rekan saya pengajar 3D character di Digital StudioSchool of Computer Graphic pernah juga mengatakan kalo bikin karakter manusia lebih baik kalo kanan dan kiri tidak sama persis, lebih manusawi katanya.

Ini iseng aja, saya memotret wajah saya kemudian saya seleksi setengah wajah bagian kiri – mengopinya lalu di paste di bagian kanan, alhasil wajah saya seperti ini:

Bener juga rasanya kurang alami, kurang manusiawi. Tatapannya kosong, kayak patung liilin, terlihat kaku seperti karakter 3 dimensi 😀

Jadi rasanya benar kalo Sang Pencipta menciptakan manusia tidak simetris: supaya terlihat lebih hidup! Hehehe ini hanya iseng, silahkan mencobanya sendiri 😀


The 1st Jogja Toys Gathering

Mainan, tidak bisa dipungkiri itu adalah sebuah benda yang paling akrab dengan kita sejak kita dilahirkan. Benda itu bisa menenangkan kita ketika rewel, bisa menjadi teman tidur, teman bermain, teman curhat masa kecil dan tentunya mainan mempunyai nilai historis sendiri-sendiri pada setiap individu yang memilikinya. Bagi sebagian orang, mainan adalah benda berharga dalam hidupnya. Sebagian menyatakannya sebagai sebuah benda memorabel yang mempunyai nilai historis sangat tinggi, sebagian lagi menyatakannya sebagai sebuah investasi. Inilah kehidupan para pecinta , pengumpul / kolektor mainan.

Ragam mainan itu dapat terbagi dalam dua gender: laki-laki dan perempuan. Mainan bagi anak laki-laki antara lain: mobil-mobilan, robot-robotan, pistol-pistolan, kamera, figur superhero, pesawat dll. Untuk anak perempuan antara lain: boneka, baju, figur binatang, figur bintang idola, rumah-rumahan, masak-masakan dll.

Dalam kesempatan ini kami komunitas pencinta dan penghobi mainan diecast (=miniatur mobil-mobilan): GUDEG – Guyubung Diecaster Nyayogyakarta ingin mewujudkan sebuah impian lama kami semua yaitu Pameran dan bazar mainan yang pertama di Jogjakarta:

Koempoel Maenan Djogdja  -jang pertama-

(the 1st Jogja Toys Gathering)

Ajang boeat berkoempoelnja para pentjinta maenan djogja

Pameran – bazar – lomba – djoeal beli – bintjang2

Ditanggoeng meriah, loetjoe, bikin hati gembira

Deskripsi acara:

Visi:

  1. Memperkenalkan hobi diecast dan maianakepada masyarakat Jogjakarta
  2. Menyatukan seluruh komunitas penghobi diecast dan mainan di Jogjakarta dan sekitarnya
  3. Sebagai ajang komunikasi antar komunitas mainan di Jogjakarta

Pelaksanaan:

  • hari : sabtu dan minggu tanggal 9 – 10 April 2011
  • tempat : Plaza Ambarrukmo Lantai 2 depan Centro, Jogjakarta

Acara:

Pameran dan bazar diecast – action figure – RC, lomba diecast, body contest, atraksi balap RC (radio contro), bincang-bincang seputar diecast

Datang ya… baru pertama kali lho di Jogja

lihat juga di kaskus regional jogja dan forum model kit & RC

UPDATE:

foto2 acara ada di sini dan photoclipnya ada di youtube


designer vs client

Sebagai seorang desainer grafis, klien adalah faktor yang sangat berperan dalam hidup, betul ngga? Tanpa kehadiran klien kita2 gak bakalan jadi desainer grafis, lha iya kan? siapa yang mau beli karya desain kita kalo bukan para klien kita?

Klien pengguna jasa desain sering kali datang dan pergi, sejak tahun 1991 ada klien yang setia tapi ada juga sekali datang dan pergi begitu saja -bagus kalo mbayar 😀

setelah diinget2, ditelaah, diteliti, dipelajari, diobservasi, ditimbang2 dan diintipin kayaknya ketemu deh kuncinya (caila!) kunci dimana klien senang dan kita para desainer juga senang secara batin dan dompet  atau dengan kata lain pengikat antara kita dengan para klien: KEPUASAN!

tapi kepuasan tidak datang begitu saja, harus ada yang diberikan dulu kepada masing2 individu. Apa tuh? Jika klien memberikan kepercayaan / trust maka desainer juga harus memberikan pelayanan yang baik / good service, jika keduanya sudah saling memberikan hal ini akan terciptanya suatu kepuasan dikeduanya, nah bingung kan? sama! kita liat gambar aja deh…

nah kalo liat skema di atas jadi lebih jelas dikit kan?

Klien memberikan trust / kepercayaan berupa:

  • percayalah kalo desainermu itu bisa mewujudkan keinginanmu
  • tawarlah dengan harga yang wajar dan pantas sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keahlian sang desainer, ingat ini faktor penting begitu ditawar sangat murah biasanya ‘mood’nya desainer langsung drop, ya nggak? (lbh asik kalo gak nawar)
  • jangan ngasi dateline terlalu mepet, biasanya kan gini: “Ya saya si gak butuh cepet, cuman rada buru2, besok jadi ya?”
  • jangan terlalu banyak mengkritik desainer, ingat yang jago desain disini bukan klien tapi desainernya
  • jangan malu untuk mengungkapkan keinginan, misal ketika pertama datang jangan bilang ke desainernya terserah kamu aja desainnya, tapi setelah jadi bilang gini: lha kok gini, aku nggak suka warna ini, gak suka komposisi ini, layoutnya gak asik bla bla bla. kadang ulah begini bikin kesel karena dari awal bilangnya terserah kita tapi setelah dibuatin mendadak jadi lebih jago daripada desainernya
  • jangan terlalu sering ngecek dan nanya: gimana? udah jadi belom? kok lama banget? sorry mau nanya nih pesenanku dah siap belum ya? bla bla bla terkadang (malahan sering banget) desainer itu kerjanya tergantung mood dan inspirasi, dan biasanya inspirasi itu datangnya mepet menjelang dateline, btul nggak? 😀 kalo terlalu sering ditanyain dan dikejar bisa2 malah gak mood lagi ngerjainnya, biarkanlah desainer bekerja keras pikirannya untuk menghasilkan ide2 hebat
  • jangan sungkan untuk memberikan pujian jika memang hasilnya bagus bahkan hadiah atau malah fee-nya ditambahin, dan jangan sungkan juga untuk menegur jika desainer melakukan kesalahan jika perlu potong fee-nya

Sebaliknya desainer harus memberikan pelayanan baik berupa:

  • Kesan pertama yang menyenangkan, ketika pertama kali bertemu klien cobalah memberikan kesan pertama yang asik. Saya tahu kalo desainer itu cenderung “mengekspresikan diri tanpa batas” alias penampilan awut2an, gondrong, gak mandi, sepatu kumel dll tapi tidak ada salahnya kita menjadi desainer tapi berpenampilan rapi misal kaos plus jeans plus sepatu kets udah oke kok. Jangan sampai gara2 penampilan eee proyek dibatalkan, sayang kan?
  • Jangan sok tahu dan sok menguasai ruang lingkup klien, bersikaplah rendah hati
  • Jaga sikap, saya ngerti lah kalo desainer itu gak suka di kritik hasil karyanya tapi cobalah untuk mengerti klien dan lepaskan sejenak keegoan kita terhadap hasil karya kita, karena bagaimanapun klien yang akan membayar hasil karya kita kan? Jangan sampai kita ‘mencak2’ di depan klien kita, dijamin pasti proyeknya dibatalkan. Usahakanlah untuk tetap sopan dan baik hati 😀
  • Jangan membuat desain berdasarkan selera kita, ingat kita mengerjakan pekerjaan desain pesanan orang lain jadi buatlah sesuai pesanan kecuali klien minta kita bebas berekspresi
  • Tepati janji alias ON TIME! inilah penyakit menahun para desainer, ya nggak? molor waktu dan dateline udah jadi trademark. Tepati janjimu jika tidak sanggup katakan di depan, jangan sampai menggantung klien karena desainer molor2in waktu. Alasan klise biasanya sibuk, lha kalo sibuk jangan terima order dulu selesaikan dahulu order2 sebelumnya baru terima order baru. Bayangin betapa senangnya klien jika kita menyelesaikan desain sebelum dateline, wow bisa2 fee ditambahin tuh 😀
  • ORIGINAL! yup… ide aseli! jangan nyontek karya orang lain, mencopy dari internet ditrace, diedit trus dijual, weee…. Usahakanlah karyamu adalah ide originalmu ya, gali inspirasi sedalam2nya jika kita emang dapet gift sebagai seorang desainer pasti bisa menuangkan ide dahsyat yang aseli!
  • Berikan keterangan dan penjelasan mengenai karyamu, kenapa pilih warna begitu, layoutnya, typoraphinya dll
  • Jangan sungkan menolak jika memang tidak bisa mengerjakan karena kesibukan dan jika memang diluar kemampuan
  • Tidak ada salahnya memberikan bonus kepada klien, dalam bentuk apapun bisa jadi desain extra, gift dll
  • Terima segala kritikan dengan lapang dada, jadikan kritikan sebagai bahan belajar yang baik
  • Jalin hubungan terus dengan klien walau proyek sudah selesai, jadikan klienmu sebagai teman jika diluar proyek dan jadikan klienmu sebagai mitra jika dalam sebuah proyek

Nah, jika kedua individu baik desainer maupun klien melakukan hal-hal tersebut diatas bahkan ditambahin lagi hal2 baik yang saya belum sempat tuliskan, percaya deh akan ada ikatan batin antara desainer dan klien dalam bentuk kepuasan, yang ujungnya akan berimbas pada pesen desain lagi, jadi desainer kepercayaan, kan asik?

Penulis memaparkan berdasarkan pengalaman pribadi dengan tujuan pembelajaran dan tidak berarti penulis juga sempurna dalam bertingkah laku sebagai desainer. Jika setuju lakukanlah, jika tidak introspeksilah kawan!  😀