this is me

hitam putih

my office is my playground :)

kantorku adalah taman bermainku, demikian saya selalu menekankan pada teman2 yang sedang mencari pekerjaan atau sedang memulai sebuah pekerjaan.
Bekerjalan sesuai dengan hobimu, bukan karena tuntutan karier atau tuntutan yang lainnya.

Kenapa begitu?
Berangkat dari pengalaman pribadi, sejak kecil saya hobi menggambar. Tahun pertama saya kuliah, saya sudah memulai pekerjaan saya sebagai desainer grafis. Waktu itu tahun 1991, profesi ini sangat jarang (tidak seperti sekarang :D). Berawal dari ketidak sengajaan seorang teman tertarik dengan karya saya dan membelinya, sejak itu saya mulai produktif sebagai seorang desainer grafis sampai sekarang.

Bekerja sesuai dengan hobi akan membuat kita mencintai pekerjaan kita seberapapun beratnya karena dalam pikiran sudah di set bahwa kita sedang bermain, kita sedang melakukan hobi kita, tanpa beban! Enjoy mengerjakan pekerjaan kita.
Tetapi… tanpa beban bukan artinya tanpa tanggung jawab! Tanggung jawab tetap nomor satu, dalam hal ini kepuasan klien bukanlah area bermain kita tetapi merupakan kewajiban kita sebagai seorang profesional. Contoh sederhana: kejar untuk on time alias tepat waktu dengan dateline yang sudah disepakati.

So, bekerjalah sesuai dengan hobi / kesukaan kita, enjoy megerjakan dengan tetap mengedepankan profesionalitas.

selamat hari senin, bekerja;ah dengan hati gembira

Advertisements

cek mention

cek mention by toing djayadiningrat
cek mention, a photo by toing djayadiningrat on Flickr.

Seorang teman mengundang saya untuk melihat pameran sekar jagad yaitu pameran batik keraton yogyakarta di puro pakualaman yogyakarta. Dan kali ini cukup istimewa karena saya bisa datang di hari pertama pameran dimana hanya tamu undangan khusus yang bisa datang. Pameran ini diadakan selama 3 hari, dimana 2 hari terakhir dibuka untuk umum.

Disela-sela pameran saya lihat sekelompok sepuh yang sedang memainkan gamelan dengan sangat lihainya, sehingga saya sempat terpaku untuk melihat mereka memainkan gamelan tersebut. Dan pada saat rehat sejenak saya lihat seorang bapak penabuh gendang tiba-tiba mengeluarkan ponselnya untuk sekedar mencek mention2nya hehehe..

Buat saya ini adalah momen unik dan segera saja saya menjepretnya dengan kamera yang sudah ‘on’ ditangan saya.

Pin BBnipun pinten pak? 🙂


My new self portrait

This is my new self portrait in black and white image.

oo look… how thick my glasses 😀

Taken with Sony A200 + Leica Summicron R 50/2 with ambient light