this is me

bedah buku: Directing by AHD

Buku fotografi adalah salah satu tema buku langka di era 80-90an tapi setelah era digital fotografi mendadak buku tentang fotografi berjibun jumlahnya di toko buku. Kasusnya mirip dengan buku desain grafis yang dulu sangat langka tapi sekarang jumlah judulnya luar biasa. Ini terjadi karena digital fotografi berkembang selaras dengan perkembangan digital imaging yang merupakan cabang dari desain grafis. Coba ingat, yang dulu yang belajar Adobe Photoshop versi 2 atau 3 dijamin gak bakalan nemu buku “Belajar Photoshop 3” atau “Digital Imaging Dengan Photoshop 2” atau “Membuat logo dengan Corel Draw 3” di toko buku lokal kan? Tapi sekarang buku yang membahas photoshop CS series barangkali ada  1000 judul🙂 Demikian juga dengan buku fotografi, jaman dulu seingat saya tip dan trik hanya di dapat dari majalah fotografi atau seminar2 fotografi. Jarang sekali yang membahas tentang trik fotografi manual di jaman itu dalam bentuk buku. Tapi sekarang, wuiih buku fotografi di satu toko buku aja ada 2 rak dengan ratusan judul!

Tapi sayangnya ada kesamaan diantara pesatnya perkembangan kedua jenis buku tersebut yaitu isi / konten yang dibahas mirip2 satu dengan yang lain, bahkan itu-itu saja.

Buku fotografi yang saya suka adalah jenis photobook, dimana buku tersebut hanya memuat karya2 foto dari salah satu fotografer. Kenapa saya menyukai photobook? Karena dari karya foto saya bisa belajar banyak. Nah photobook jumlahnya di Indonesia termasuk sangat sedikit dan sayangnya tergolong buku  muahal😦

Nah, kira-kira 2 bulan yang lalu: Aryono Huboyo Djati yang biasa saya panggil pak Djati atau om AHD memberitahukan dalam sebuah pertemuan singkat di Jogja bahwa dia sedang membuat sebuah buku. Wah terus terang saya menunggu2 buku tersebut di terbitkan karena saya suka dengan gaya pemotretan AHD yang berkarakter sangat kuat yang bercirikan AHD banget :) Aryono Huboyo Djati, siapa tuh? Buat yang belum tahu, om AHD ini selain fotografer dia adalah seorang komposer terkenal. Lagunya yang sangat terkenal adalah “Burung Camar” yang dinyanyikan Vina Panduwinata dan “Lirih” adalah lagu terakhir yang dinyanyikan oleh alm. Chrisye sebelum wafat. Pak Djati juga fotografernya pak JK wakil presiden kita dulu. Gayanya yang sederhana dan foto2nya berkarakter kuat membuatnya menjadi panutan untuk foto2 saya, thanks pak Djati, you’re my inspiration..

Buku pertama dari 3 buku yang rencananya akan diterbitkan adalah berjudul: “DIRECTING” setebal 136 halaman yang diterbitkan oleh Gramedia grup. Buku ini merupakan kolaborasi dari knowledge book dan photo book.

Disini AHD menunjukan kepiawaiannya mendirect sahabatnya Atalarik Syach yang juga  pemenang aktor terbaik Panasonic Global Award 2011 sebagai model dalam bukunya kali ini. Gaya AHD yang khas dan berkarakter kuat dikupas rahasianya dibuku ini.

Dalam buku ini AHD mengajarkan teori dasar fotografi yang dikupas sederhana tapi jelas tajam dalam bentuk foto-foto yang diberi sedikit sentuhan teori fotografi seperti: The Rules od Third, Elemen Penyeimbang, Leading Lines, Pola & Simetris, Sudut Pandang, Latar Belakang, Depth of Field, Framing, The Rules of Odds, The Rules of Space dan Komposisi.

Elemen penyeimbang:

.

Latar belakang:

.

The Rules of Odds

.

The Rules of Space

.

Pola & Simetris

.

Ada juga beberapa istilah yang mungkin asing di telinga kita, tapi AHD menjelaskannya dalam buku ini begitu simpel sehingga sangat mudah untuk dimengerti dan dipraktekan seperti: Leading lines, Ad Lib of third, Ad Lib of Space, Ad Lib of Odds, Potret, Teori Gestalt.

Leading lines:

.

Teori Gestalt

.

Ad Lib of Space

.

Di sebagian kalangan fotografi, konsep directing seringkali dianggap tabu dengan alasan tidak alamiah dan kurang spontan maka directing sering diabaikan bahkan ditolak. Tapi lewat buku ini AHD membuka wawasan tentang pentingnya konsep directing dalam fotografi. Directing ala AHD meliputi beberapa hal seperti: komunikasi dengan subyek, persiapan pose, bahasa tubuh, menangkap dinamika perasaan, mengenal modelnya, menciptakan moment, I believe in God the Almighty Creator, Passion, Patience dan pencahayaan.

.

Pada bab terakhir AHD menjelaskan pentingnya memilih tempat yang baik untuk pemotretan, tidak semua tempat menarik bisa menjadi pilihan terbaik untuk  pemotretan. Disini juag dijelaskan pentingnya menggunakan pencahayaan alami dan mempersiapkan alternatif tempat.

Pencahayaan alami:

.

Foto saat peluncuran buku tanggal 21 Desember 2011 di Gramedia:

.

pak Aryono Huboyo Djati / AHD menunjukan bukunya:

.

penulis bersama pak djati /AHD (kiri)

Kesimpulan saya:

RECOMMENDED PHOTOGRAPHY BOOK!

Buat saya ini buku fotografi yang berbeda, yang smart karena merupakan photobook yang diberi sedikti teori tapi berbobot. Tidak terlalu banyak kata-kata tapi seimbang dengan hadirnya contoh-contoh foto yang menerangkan lebih banyak dari pada teori-teori fotografi yang ada di buku ini. Lewat sampel foto2nya AHD menantang pembacanya untuk membuat karya foto yang lebih baik lagi, walaupun ada beberapa istiah yang tidak lazim didengar tapi lewat pemaparan AHD yang sederhana dan sampel foto yang menerangkan teori2 tersebut membuat pemahaman akan istilah2 tersebut sangat mudah untuk dipahami.

Penasaran isinya lebih lanjut? Silahkan ke toko buku terdekat

Selamat membaca dan berkarya..

.

Foto-foto copyrights ©2011 Aryono Huboyo Djati | All rights reserved

sumber foto: AHD

One response

  1. You post very interesting content here.
    Your page deserves much more traffic. It can go viral if you give it initial boost, i know very useful tool that
    can help you, just type in google: svetsern traffic tips

    January 2, 2015 at 10:26

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s