this is me

designer vs client

Sebagai seorang desainer grafis, klien adalah faktor yang sangat berperan dalam hidup, betul ngga? Tanpa kehadiran klien kita2 gak bakalan jadi desainer grafis, lha iya kan? siapa yang mau beli karya desain kita kalo bukan para klien kita?

Klien pengguna jasa desain sering kali datang dan pergi, sejak tahun 1991 ada klien yang setia tapi ada juga sekali datang dan pergi begitu saja -bagus kalo mbayar😀

setelah diinget2, ditelaah, diteliti, dipelajari, diobservasi, ditimbang2 dan diintipin kayaknya ketemu deh kuncinya (caila!) kunci dimana klien senang dan kita para desainer juga senang secara batin dan dompet  atau dengan kata lain pengikat antara kita dengan para klien: KEPUASAN!

tapi kepuasan tidak datang begitu saja, harus ada yang diberikan dulu kepada masing2 individu. Apa tuh? Jika klien memberikan kepercayaan / trust maka desainer juga harus memberikan pelayanan yang baik / good service, jika keduanya sudah saling memberikan hal ini akan terciptanya suatu kepuasan dikeduanya, nah bingung kan? sama! kita liat gambar aja deh…

nah kalo liat skema di atas jadi lebih jelas dikit kan?

Klien memberikan trust / kepercayaan berupa:

  • percayalah kalo desainermu itu bisa mewujudkan keinginanmu
  • tawarlah dengan harga yang wajar dan pantas sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keahlian sang desainer, ingat ini faktor penting begitu ditawar sangat murah biasanya ‘mood’nya desainer langsung drop, ya nggak? (lbh asik kalo gak nawar)
  • jangan ngasi dateline terlalu mepet, biasanya kan gini: “Ya saya si gak butuh cepet, cuman rada buru2, besok jadi ya?”
  • jangan terlalu banyak mengkritik desainer, ingat yang jago desain disini bukan klien tapi desainernya
  • jangan malu untuk mengungkapkan keinginan, misal ketika pertama datang jangan bilang ke desainernya terserah kamu aja desainnya, tapi setelah jadi bilang gini: lha kok gini, aku nggak suka warna ini, gak suka komposisi ini, layoutnya gak asik bla bla bla. kadang ulah begini bikin kesel karena dari awal bilangnya terserah kita tapi setelah dibuatin mendadak jadi lebih jago daripada desainernya
  • jangan terlalu sering ngecek dan nanya: gimana? udah jadi belom? kok lama banget? sorry mau nanya nih pesenanku dah siap belum ya? bla bla bla terkadang (malahan sering banget) desainer itu kerjanya tergantung mood dan inspirasi, dan biasanya inspirasi itu datangnya mepet menjelang dateline, btul nggak?😀 kalo terlalu sering ditanyain dan dikejar bisa2 malah gak mood lagi ngerjainnya, biarkanlah desainer bekerja keras pikirannya untuk menghasilkan ide2 hebat
  • jangan sungkan untuk memberikan pujian jika memang hasilnya bagus bahkan hadiah atau malah fee-nya ditambahin, dan jangan sungkan juga untuk menegur jika desainer melakukan kesalahan jika perlu potong fee-nya

Sebaliknya desainer harus memberikan pelayanan baik berupa:

  • Kesan pertama yang menyenangkan, ketika pertama kali bertemu klien cobalah memberikan kesan pertama yang asik. Saya tahu kalo desainer itu cenderung “mengekspresikan diri tanpa batas” alias penampilan awut2an, gondrong, gak mandi, sepatu kumel dll tapi tidak ada salahnya kita menjadi desainer tapi berpenampilan rapi misal kaos plus jeans plus sepatu kets udah oke kok. Jangan sampai gara2 penampilan eee proyek dibatalkan, sayang kan?
  • Jangan sok tahu dan sok menguasai ruang lingkup klien, bersikaplah rendah hati
  • Jaga sikap, saya ngerti lah kalo desainer itu gak suka di kritik hasil karyanya tapi cobalah untuk mengerti klien dan lepaskan sejenak keegoan kita terhadap hasil karya kita, karena bagaimanapun klien yang akan membayar hasil karya kita kan? Jangan sampai kita ‘mencak2’ di depan klien kita, dijamin pasti proyeknya dibatalkan. Usahakanlah untuk tetap sopan dan baik hati😀
  • Jangan membuat desain berdasarkan selera kita, ingat kita mengerjakan pekerjaan desain pesanan orang lain jadi buatlah sesuai pesanan kecuali klien minta kita bebas berekspresi
  • Tepati janji alias ON TIME! inilah penyakit menahun para desainer, ya nggak? molor waktu dan dateline udah jadi trademark. Tepati janjimu jika tidak sanggup katakan di depan, jangan sampai menggantung klien karena desainer molor2in waktu. Alasan klise biasanya sibuk, lha kalo sibuk jangan terima order dulu selesaikan dahulu order2 sebelumnya baru terima order baru. Bayangin betapa senangnya klien jika kita menyelesaikan desain sebelum dateline, wow bisa2 fee ditambahin tuh😀
  • ORIGINAL! yup… ide aseli! jangan nyontek karya orang lain, mencopy dari internet ditrace, diedit trus dijual, weee…. Usahakanlah karyamu adalah ide originalmu ya, gali inspirasi sedalam2nya jika kita emang dapet gift sebagai seorang desainer pasti bisa menuangkan ide dahsyat yang aseli!
  • Berikan keterangan dan penjelasan mengenai karyamu, kenapa pilih warna begitu, layoutnya, typoraphinya dll
  • Jangan sungkan menolak jika memang tidak bisa mengerjakan karena kesibukan dan jika memang diluar kemampuan
  • Tidak ada salahnya memberikan bonus kepada klien, dalam bentuk apapun bisa jadi desain extra, gift dll
  • Terima segala kritikan dengan lapang dada, jadikan kritikan sebagai bahan belajar yang baik
  • Jalin hubungan terus dengan klien walau proyek sudah selesai, jadikan klienmu sebagai teman jika diluar proyek dan jadikan klienmu sebagai mitra jika dalam sebuah proyek

Nah, jika kedua individu baik desainer maupun klien melakukan hal-hal tersebut diatas bahkan ditambahin lagi hal2 baik yang saya belum sempat tuliskan, percaya deh akan ada ikatan batin antara desainer dan klien dalam bentuk kepuasan, yang ujungnya akan berimbas pada pesen desain lagi, jadi desainer kepercayaan, kan asik?

Penulis memaparkan berdasarkan pengalaman pribadi dengan tujuan pembelajaran dan tidak berarti penulis juga sempurna dalam bertingkah laku sebagai desainer. Jika setuju lakukanlah, jika tidak introspeksilah kawan!  :D

5 responses

  1. wah..makasih infonya…jadi membuka wawasan bagi saya yang masi pemula di bidang jasa desain

    September 17, 2010 at 10:20

    • sip mas, terus berkarya ya dan jangan lupa share di blog😀

      September 17, 2010 at 11:36

  2. zetya hardez

    Pengalaman pribadi yang tadinya cuma di uneg2 saya saja.🙂 Tapi, bedanya, saya bukan desainer, hehe… (Soalnya entah nyebut saya apa :p).

    Saya kutip, ya… Dengan cantuman nama dan alamat blog di atasnya. Bukannya ndak kreatif, tapi saya pikir ini bagus buat di-share.

    how how? ^____^

    November 15, 2010 at 06:25

    • silahkan dishare…
      terima kasih sudah mampir🙂

      November 15, 2010 at 11:23

  3. Yang di atas, websitenya otomatis nongol yang itu, lagi edit blog kerjaan suami.

    Yang ini yang blog saya😀 jadi, sila mampir ke sini, ya…

    November 15, 2010 at 06:28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s