this is me

Fotografer vs tatakrama

Tidak dipungkiri, hidup dikota yang penuh dengan area hunting foto (baca: jogja) memang seperti surga bagi para fotografer. Even2 asik untuk dijadikan sarana hunting selalu ada aja tiap bulannya dikota ini, tak pelak pertumbuhan fotografer melonjak tajam apalagi sejak era digital ada. Mulai dari yg kamera canggih bin muahal sampe fotografer yang kameranya bisa buat nelpon alias kamera hpšŸ™‚

Tapi ada satu hal yang sering dilupakan ama fotografer yaitu: tatakrama, kita orang Indonesia menjunjung tinggi budaya ketimuran yang salah satunya adalah sopan santun. Dengan dalih supaya tidak ketinggalan momen, etika bersopan santun sering kali dilupakan.

Seperti even semalam, carnaval kebudayaan Tionghoa di malioboro, ribuan orang berdesak2an pengen nonton karnaval dan juga puluhan fotografer kesana kemari berusaha mengabadikan even ini. Kebetulan didekat saya ada seorang fotografer cewek (manis lagi ^_^) dan woow kayaknya dia sangat sibuk sepert beberapa rekan fotografernya lain disekitar saya, sayangnya begitu getolnya dia mengabadikanĀ momen sampai2 dia lupa bahwa yang dia lewati dan lompati adalah orang! Dengan santainya naik ke pot tanaman malioboro padahal disitu ada ibu2 dan anak2 yang sedang duduk nonton, melewati kerumunan orang tanpa berucap: permisi… Sampai ada satu ibu muda dibelakang saya nyeletuk: mbok ya permisi mbak….. tapi sang fotografer terus lewat dengan senjatanya ditangan… Sayapun demikian sedang asik2nya memutar2 gelang fokus eee mendadak viewfindernya jadi hitam kelam, ternyata ada kepala fotografer lain yang dengan santainya berdiri didepan saya untuk motretšŸ˜¦ Dan yang paling menyedihkan adalah kamera ponsel yang sangat mengganggu momen, kenapa karena tangan menjujung tinggi dengan ponsel siap motret itu sangat menganggu! Tidak sadarkah? Itu mengganggu!

Inikah yang disebut fotografer? Tidak peduli dengan sekitarnya, tidak peduli dengan posisi fotografer lain? Oh No..! Fotografer sejati pasti tahu etika, fotografer yang baik pasti tahu tata krama. Tidak asal jepret demi kepentingannya sendiri. Setuju?

3 responses

  1. g0n

    like thisss

    February 28, 2010 at 15:31

  2. gadjah

    sadar kadang kala saya juga seperti ini. walo itu terjadi cukup jarang. mudah-mudahan bisa bertatakrama yang baik

    April 12, 2010 at 14:11

  3. bayouu

    setuju

    August 25, 2010 at 04:38

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s